Target bulan ini tidak pernah dekat
GMV 1–29 Okt mencapai Rp 638,1 jt atau 67,1% dari target prorata Rp 951,5 jt. Belanja iklan justru 146,6% dari anggaran. Artinya kekurangan omzet tidak ditutup dengan efisiensi, melainkan dengan tambahan belanja.
Tujuh laporan bulan ini saling menguatkan satu kesimpulan: penjualan naik, tetapi kenaikannya dibeli dengan biaya iklan di atas anggaran, sementara retur dan stok mati ikut naik di belakangnya. Ini rangkuman lintas file — bukan ringkasan per file.
Setiap file menjawab pertanyaan berbeda. Dibaca bersama, polanya konsisten: TikTok menjadi mesin pertumbuhan, iklan menanggung beban penjualan, sementara kualitas pengiriman dan stok tertinggal.
GMV 1–29 Okt mencapai Rp 638,1 jt atau 67,1% dari target prorata Rp 951,5 jt. Belanja iklan justru 146,6% dari anggaran. Artinya kekurangan omzet tidak ditutup dengan efisiensi, melainkan dengan tambahan belanja.
Affiliate Shopee menyumbang Rp 292,4 jt dari 611 kreator, dengan 74,5% pembeli baru. Di TikTok, satu kreator — valuemel.a — memegang 47,3% GMV affiliate dan menyumbang 6 dari 13 retur TikTok.
ROAS 6,64× dengan ACOS 15,1%. Kampanye aktif (41) menghasilkan ROAS 7,13×, jauh di atas kampanye yang dijeda (4,85×). Namun 17 kampanye menghabiskan Rp 1,6 jt tanpa satu pun penjualan.
ROAS bergerak 6,41 → 7,02 → 6,31 → 5,67 → 7,43. Lembah 16–20 Okt terjadi saat biaya per klik dan biaya per konversi naik, bukan karena pasar turun. Setelah itu efisiensi pulih tanpa menambah budget.
Dari 189 produk, GMV iklan tercatat Rp 571,8 jt terhadap net sales Rp 515,8 jt — 111%. Hanya 86 produk yang murni organik, nilainya Rp 10,0 jt. 69 produk tidak menjual sama sekali bulan ini.
27,5% stok (1.845 pcs) tidak bergerak sepanjang bulan, dan 79% SKU tidak terjual dalam 5 hari terakhir. Di sisi lain, 7 model berisiko kehabisan stok dan butuh PO 429 pcs — dipimpin naykila-black.
Dalam 5 hari, retur naik dari 15 ke 28 kasus (+86,7%). TikTok melonjak dari 5 ke 16 kasus (+220%) dan 10 di antaranya paket gagal; 94,4% kasus yang metodenya tercatat adalah COD. NAYKILA sendirian menyumbang 11 kasus atau 49,1% nilai retur.
Insight di bawah ini tidak ada di satu file mana pun secara eksplisit. Ia muncul hanya ketika angka funnel, iklan, affiliate, stok, dan retur dibaca berdampingan.
Shopee tumbuh 9,0%, TikTok 78,2%. TikTok Live sendiri melompat dari Rp 0,67 jt ke Rp 31,3 jt — 25% GMV TikTok. Tanpa kanal itu, pertumbuhan bulan ini mendekati datar.
September 5,98× → Oktober 6,07×. Artinya kenaikan Rp 97,5 jt dibeli dengan tambahan belanja Rp 14,7 jt pada rasio yang sama. Tidak ada perbaikan mesin, hanya penambahan bahan bakar.
Nilai retur 26–30 Okt setara 8,5% GMV lima hari itu. Konsentrasinya di TikTok (COD, luar Jawa) dan NAYKILA (49,1%). Pertumbuhan TikTok dan kenaikan retur bergerak di kanal yang sama.
1.845 pcs tidak laku sebulan, sementara 7 model butuh PO 429 pcs. Uang tunai terkunci di 306 SKU lambat, tepat ketika produk terlaris hanya punya cover 15–19 hari.
*26–29 hanya 4 hari, jadi tingginya ROAS sebagian dipengaruhi volume yang lebih kecil. Puncak GMV 6–10 Okt berasal dari kampanye 10.10 (Rp 73,3 jt dalam sehari); puncak 21–25 Okt dari 25.10 (Rp 44,9 jt). Pola yang perlu diwaspadai: setiap lonjakan volume diikuti penurunan ROAS — kecuali pada 26–29 Okt.
Baris terakhir adalah kebalikannya: makin panjang makin buruk. TikTok Live melebihi target 18 kali, terutama karena target awal hanya Rp 1,7 jt — bukan karena kanal ini luar biasa besar.
Bukan daftar keluhan. Setiap masalah di bawah punya angka pendukung dari minimal dua laporan, dan dampak yang bisa dihitung. Urutannya berdasarkan biaya dan risiko, bukan berdasarkan kemudahan.
Target GMV prorata Rp 951,5 jt, realisasi Rp 638,1 jt. Pada saat yang sama belanja iklan mencapai 146,6% dari budget. Ini kombinasi paling berbahaya: kekurangan omzet ditutup dengan uang tambahan yang tidak kembali.
Dalam 5 hari, retur TikTok naik dari 5 ke 16 kasus (+220%) senilai Rp 4,60 jt. Sepuluh paket sudah berstatus gagal, 13 kota berbeda, dan seluruh retur berbayar COD. Kanal yang paling tumbuh adalah kanal yang paling bocor.
Alasan “produk yang diterima salah” tidak ada pekan lalu, kini 5 dari 10 refund Shopee. Catatan pembeli spesifik: pesan size 38 datang 40, beda model, salah variasi. Ini kegagalan picking, bukan preferensi.
Size 40 naik dari 2 ke 9 kasus, size 39 dari 1 ke 8 — bersama-sama 60,7% dari seluruh kasus. Keluhan saling bertentangan: “kebesaran” di 40 dan “kekecilan” di 36–39. Panduan ukuran belum menjawab masalah ini.
306 SKU (1.845 pcs) tidak terjual sebulan, dan 79% SKU tidak bergerak dalam 5 hari terakhir. Di sisi lain 7 model butuh PO 429 pcs; naykila-black hanya punya cover 19 hari. Delapan produk baru bahkan hanya menjual 11 pcs total.
valuemel.a menyumbang 47,3% GMV affiliate TikTok (Rp 60,2 jt) dan 6 dari 13 retur TikTok (Rp 2,41 jt), semuanya NAYKILA ukuran besar. Kreator ini sekaligus mesin dan sumber masalah.
Satu laporan mencatat GMV kotor Rp 700,3 jt, laporan lain net sales Rp 515,8 jt, funnel Rp 638,1 jt. GMV iklan Shopee 108% dari GMV Shopee, dan affiliate TikTok 102% dari GMV TikTok. Atribusi tumpang tindih dan belum ada satu angka acuan.
Proses — picking, panduan ukuran, dan konfirmasi COD belum mengimbangi volume. Ini penyebab masalah 02, 03, dan 04.
Alokasi — budget dan stok tidak mengikuti performa SKU. Ini penyebab masalah 01, 05, dan 06.
Pengukuran — definisi metrik berbeda antar laporan. Ini penyebab masalah 07, dan membuat tiga masalah lainnya sulit dipantau.
Rencana ini disusun dari urutan masalah di atas, bukan dari kalender. Setiap hari punya satu tema, maksimal empat aksi, satu PIC, dan satu angka keberhasilan. Centang aksi saat selesai — progres tersimpan di perangkat ini.
Sabtu · hari dengan GMV tertinggi, ROAS terendah
Minggu · volume turun, waktu terbaik untuk audit internal
Senin · mulai minggu baru, budget dialokasikan ulang
Selasa · fokus pada retur, ongkir, dan stok lambat
Rabu · tutup siklus dengan angka, bukan opini
Jangan menambah budget di Sabtu–Minggu. Dua hari itu punya GMV tertinggi tetapi ROAS terendah (5,45× dan 5,94×).
Jangan PO model dengan cover > 90 hari. Stok mati sudah 27,5%; menambah stok lambat hanya memperbesar masalah.
Jangan menaikkan porsi satu kreator di atas 40%. valuemel.a sudah 47,3% — cukup, jangan ditambah.
Jangan mengambil keputusan dari GMV kotor. Selisih Rp 184,5 jt terhadap net sales cukup untuk membalik kesimpulan.
Angka di bawah memakai basis 5 hari agar sebanding dengan laporan retur dan iklan 5-harian. Baseline diambil dari 21–25 Oktober, periode 5 hari terakhir yang datanya lengkap.
| Indikator | Baseline 21–25 Okt | Target 31 Okt–4 Nov | Batas toleransi |
|---|---|---|---|
| GMV total | Rp 126,8 jt | ≥ Rp 118 jt | Tidak di bawah Rp 110 jt |
| Belanja iklan | Rp 20,2 jt | ≤ Rp 17,0 jt | Maksimum Rp 17,5 jt |
| ROAS blended | 6,29× | ≥ 6,9× | Tidak di bawah 6,5× |
| Unit terjual | 466 pcs | ≥ 450 pcs | Tidak di bawah 420 pcs |
| Retur & refund | 28 kasus / Rp 7,74 jt | ≤ 18 kasus / Rp 5,2 jt | Nilai retur ≤ 6% GMV |
| Stok mati keluar | 0 pcs | ≥ 400 pcs | Minimum 250 pcs |
| PO masuk | 0 pcs | ≥ 314 pcs | Semua 7 model ter-cover |
| TikTok Live | ±Rp 5,4 jt | ≥ Rp 6,0 jt | Share ≥ 25% GMV TikTok |
| Salah kirim | 5 kasus | 0 kasus | Maksimum 1 kasus |
Shopee tetap menerima porsi terbesar karena volume, tetapi TikTok punya ROAS 10,70× versus Shopee 5,49×. Menambah porsi TikTok sedikit (±Rp 1 jt) secara historis memberi hasil lebih besar per rupiah — dengan syarat retur TikTok dikendalikan lebih dulu.
Semua angka dihitung ulang dari data mentah di dalam tujuh file, bukan disalin dari teks ringkasannya. Batasan berikut tetap berlaku.
GMV 30–31 Okt tercatat nol di funnel, dan belanja iklan TikTok berhenti di 28 Okt. Semua persentase pencapaian memakai 29 hari, dengan target diprorata 29/31. Angka bulan penuh akan lebih tinggi. Run-rate 29 hari setara Rp 682,1 jt per bulan.
Rp 700,3 jt = GMV kotor (termasuk yang dibatalkan/retur). Rp 515,8 jt = net sales setelah diskon dan pembatalan. Rp 638,1 jt = angka funnel (Shopee + TikTok). Ketiganya benar untuk pertanyaan berbeda; jangan dicampur.
GMV iklan Shopee Rp 571,8 jt terhadap net sales Rp 515,8 jt (111%). Affiliate TikTok Rp 127,4 jt terhadap total TikTok Rp 125,3 jt (102%). Satu order bisa dihitung di beberapa kanal, jadi angka kanal tidak boleh dijumlahkan menjadi total.
Dua kasus sudah muncul di ekspor periode sebelumnya (Rp 575.180). Setelah dikeluarkan, beban baru 26 kasus / Rp 7,17 jt — tetap naik 73,3%. Ekspor refund Shopee juga memuat dua order dengan status ganda.
Data stok diambil 31 Okt. Angka “0 penjualan” berarti tidak ada penjualan sepanjang Oktober, bukan stok baru. Beberapa SKU gabungan (misalnya seri MF) memiliki stok agregat sangat besar karena mencakup banyak varian.
Target GMV Rp 1,017 M dengan budget Rp 76,7 jt menyiratkan ROAS 13,27×. Realisasi 6,07×. Ini bukan deviasi kecil, melainkan asumsi target yang tidak sesuai struktur biaya. Baseline perlu dihitung ulang.
Data diekstrak dari JSON tertanam di dalam tujuh file HTML, lalu diagregasi ulang: 124 baris funnel harian (Jul–Nov), 120 kampanye iklan Shopee, 5 ekspor iklan 5-harian (1–25 Okt), 189 produk kontribusi kanal, 1.418 baris affiliate Shopee + 307 baris TikTok, 625 SKU stok, dan 28 kasus retur. Perbandingan bulan memakai September 2026 (30 hari).
Total GMV Oktober (1–29) Rp 638.098.069 · belanja iklan Rp 105.146.193 · unit 2.474 · retur 5 hari Rp 7.741.473.