Ads & Konten TikTok
Problem Lapangan
Meskipun secara total ROAS TikTok Ads kita kelihatan aman di 6.61x dengan spend Rp8.8 jt, alokasi budget-nya kurang pas. Keyword "Haura" (ROAS 3.18x) dan "alpha" (ROAS 4.42x) boncos besar, padahal keyword kayak "Sabina" (ROAS 14.91x) dan "Sofia" (ROAS 14.25x) malah kekurangan budget. Parah pertumbuhannya karena ada 75 produk potensial yang gak punya video konten sama sekali. Jadi kita buang budget iklan buat nge-push barang tanpa amunisi visual.
Langkah Solusi
- • Pangkas budget iklan harian untuk keyword "Haura" dan "alpha" minimal 50 persen, langsung alihkan ke keyword "Sabina" dan "Sofia" yang performanya terbukti convert.
- • Tugaskan tim kreatif buat bikin minimal 3 video per SKU untuk 75 produk yang belum ada videonya, fokusin ke produk kategori Hidden Gem dulu.
Affiliate Juli
Problem Lapangan
Kontribusi affiliate emang besar (Sales Rp82 jt di Shopee, GMV Rp32 jt di TikTok), tapi hampir seluruh penjualan cuma disumbang sedikit kreator top. Kreator "valuemel.a" sendirian bawa Rp12.8 jt di TikTok. Masalah lainnya, banyak sampel produk gratis yang udah dikirim ke affiliate tapi sampai sekarang belum ada video postingannya sama sekali. Ini bikin rugi stok barang tanpa ada feedback traffic.
Langkah Solusi
- • Kunci kemitraan dengan Top 3 kreator (valuemel.a, mela181003, keithaara_) lewat kontrak eksklusif atau komisi khusus biar mereka loyal dan gak diambil kompetitor.
- • Terapkan SOP ketat: affiliate yang dapet sampel wajib upload video review maksimal 7 hari setelah terima barang, kalau lewat langsung di-blacklist untuk kiriman sampel berikutnya.
Evaluasi Iklan Shopee
Problem Lapangan
Total spend iklan Shopee kita tembus Rp51 jt. Masalahnya, banyak campaign berstatus "Dijeda" yang ternyata udah sempat bakar duit sampai jutaan rupiah sebelum akhirnya dimatikan. Contoh paling parah campaign "plat yg jeda" yang ngabisin Rp2.6 jt dalam sebulan tanpa ROAS yang jelas. Duit yang hangus di campaign mati ini harusnya bisa dialihkan ke yang menghasilkan.
Langkah Solusi
- • Langsung eksekusi tombol "KILL" secara permanen untuk semua campaign iklan yang masuk kategori buruk di semua periode tinjauan (1 bulan, 2 minggu, 1 minggu).
- • Pindahin sisa budget campaign yang dihentikan ke kelompok campaign "KEEP ONLY" yang performa ROAS-nya stabil dan tinggi.
Funnel Shopee Juli
Problem Lapangan
Bottleneck paling parah di funnel kita adalah angka keranjang ditinggalkan (Cart Abandonment) nyentuh 94 persen. Contohnya produk "Starla" dapet 3.300+ Add-to-Cart tapi yang beneran checkout cuma 410 order. Banyak calon pembeli yang udah masukin barang ke keranjang tapi batal bayar di detik-detik akhir. Budget ads kita buat narik traffic ke keranjang jadi terbuang sia-sia.
Langkah Solusi
- • Aktifkan voucher diskon khusus atau blast chat otomatis di Shopee untuk ingetin user yang ninggalin barang di keranjang belanja dalam 24 jam.
- • Matiin iklan berbayar untuk keyword kategori sepi (Cut/Cold) kayak "tessa" dan "camelia" biar budget-nya bisa dialokasikan ke Starla, Rimar, dan Sabina.
Funnel TikTok Juli
Problem Lapangan
Penjualan kita di TikTok terlalu bergantung sama video konten (kontribusi video affiliate 43 persen dan video seller 32 persen). Sementara itu, fitur LIVE Seller dan Kartu Produk di toko nyaris gak ada penjualan. Bahaya banget kalau performa video lagi turun karena kita gak punya backup channel penjualan lain di TikTok.
Langkah Solusi
- • Rancang flash sale khusus yang cuma berlaku pas LIVE biar ada dorongan buat penonton langsung checkout saat itu juga.
- • Perbaiki penulisan CTA di video affiliate supaya lebih fokus ngarahin orang buat checkout, bukan cuma sekadar nyari views video.
Nett Margin & Retur
Problem Lapangan
GMV kita kelihatan besar di dashboard, tapi net margin profit-nya tipis banget karena kepotong biaya iklan ads, komisi affiliate, fee platform, dan kerugian retur barang. Beberapa SKU best-seller terancam jadi produk yang "rame penjualan doang tapi untungnya mepet" kalau return rate tidak dijaga.
Langkah Solusi
- • Audit profit net margin per SKU sekarang juga. SKU yang margin-nya mepet harus dikurangi porsi ads-nya atau disesuaikan harga jualnya.
- • Perketat QC packing dan perjelas deskripsi size chart di halaman produk buat nurunin return rate dari pembeli.
Kinerja Konsolidasi Bisnis
Problem Lapangan
Bisnis kita terlalu berisiko karena ketergantungan ekstrem pada satu channel penjualan. Platform Shopee menyumbang GMV dominan sebesar Rp287 jt, berbanding terbalik dengan TikTok yang cuma mencatatkan Rp49.9 jt. Ketimpangan ini bikin bisnis kita rapuh banget kalau sewaktu-waktu ada masalah akun atau perubahan algoritma di Shopee.
Langkah Solusi
- • Alokasikan minimal 20 persen budget ads dan fokus operasional dari Shopee untuk mulai membangun penetrasi di TikTok biar channel penjualan lebih seimbang.
- • Tinjau performa harian untuk identifikasi hari-hari yang sepi, kurangi spend ads di hari itu dan maksimalkan pas periode gajian (payday).